Bongkar Genosida Israel, Stafsus HAM PBB Kena Sanksi Ini oleh AS!

Kamis 10 Jul 2025 - 12:02 WIB
Reporter : Ramadhan Evrin
Editor : Ramadhan Evrin

BACA JUGA:Larangan Truk Batubara Gunakan Jalan Umum di Sumsel Diperketat, Gubernur Minta Akselerasi Jalan Khusus Tambang

Kritik menyebut AS menggunakan kekuasaannya untuk membungkam suara HAM global dan merusak kredibilitas lembaga internasional.

Sekadar informasi, Stafsus tidak berada di bawah yurisdiksi Sekjen PBB.

Pasalnya, mereka ditunjuk oleh Dewan HAM PBB.

Nah, pada Februari 2025, AS sudah menyatakan diri mundur dari badan tersebut.

BACA JUGA:Penyebab Jatuhnya Air India 787 Perlahan Terungkap, Kemungkinan Besar Karena Ini

BACA JUGA:Bukan Crossover Biasa! Intip Kemewahan dan Teknologi Toyota Yaris Cross S-Premium 2025

Untuk diketahui, Albanese merupakan kritikus keras perang Israel di Gaza.

Pernyataannya memicu kontroversi, termasuk unggahan medsos tahun lalu yang mengatakan korban serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 tewas karena "penindasan Israel."

Sebelumnya, kabar mengejutkan terungkap dari dokumen yang dirilis pelapor khusus PBB Francesca Albanese, terdapat 60 lebih perusahaan besar disebut terlibat ‘kampanye genosida’ Israel di Jalur Gaza.

Di mana perusahaan tersebut mendukung pendudukan dan operasi militer Israel di Gaza yang menguntungkan banyak pihak.

BACA JUGA:Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani Resmi Ditunjuk Jadi Dirut Bulog, Proses Pensiun Dini Sedang Berjalan

BACA JUGA:Kematian Diploma Kemlu Dirasa Janggal, Pihak UGM Ingin Kasus Ini Diusut Tuntas

Menurutnya, perusahaan tak lagi hanya sekadar terlibat dalam pendudukan.

“Mereka (perusahaan) mungkin tertanam dalam ekonomi genosida,” bunyi laporan itu dilansir dai Al-Jazeera.

Kategori :