Viral! Siswa SD di Maros Dikerahkan Minta Sumbangan saat Jam Pelajaran, Guru: Untuk Bangun Mushola Sekolah

Selasa 29 Jul 2025 - 12:00 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

BACAKORAN.CO - Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan publik setelah video viral menunjukkan sejumlah siswa SD di Kabupaten Maros berkeliling kampung meminta sumbangan di tengah jam pelajaran. 

Aksi tersebut ditujukan untuk menggalang dana pembangunan mushola sekolah, namun menuai kontroversi karena melibatkan anak-anak di luar konteks pembelajaran formal.

Video Viral Siswa Bawa Kotak Amal di Jam Belajar

Unggahan dari akun Instagram @tribuntimurdotcom menampilkan momen siswa SDN 150 Inpres Toddopulia, Kecamatan Tanralili, berjalan kaki dari rumah ke rumah warga sambil membawa kotak amal. 

“Bangun Mushola Sekolah, Siswa SDN 150 Todopulia Maros Keliling Kampung Bawa Kotak Amal Minta Sumbangan ke Warga,” tulis akun tersebut.

BACA JUGA:Viral Video Siswa SD Nangis Gegara Tidak Lulus Sekolah, Netizen Marah: Harusnya Privasi!

BACA JUGA:Miris! Siswa SD Lampung Nangis Minta Prabowo Perbaiki Jalan Rusak 15 Tahun, Netizen: Pemda Kok Gitu?

Ironisnya, kegiatan tersebut dilakukan saat jam belajar masih aktif. 

Anak-anak dibagi ke dalam kelompok kecil berisi dua hingga tiga orang, dan melakukan penggalangan sumbangan rutin setiap hari Jumat.

Pengakuan Sekolah

Pihak SDN 150 Inpres Toddopulia tidak membantah video tersebut. 

Kepala Sekolah Muhammad Amir mengakui bahwa aktivitas meminta infak itu memang dilakukan oleh siswa, sebagai bentuk spontanitas usai pelaksanaan salat duha bersama. 

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung selama dua bulan terakhir tanpa anggaran formal.

BACA JUGA:Tragis! Siswa SD di Inhu Riau Tewas Diduga Dipukuli 5 Kakak Kelas Gegara Beda Agama, Begini Kronologinya

BACA JUGA:Telan Korban Lagi! Siswa SD di Bombana Muntah-muntah Usai Santap MBG, Ternyata Begini Kondisi Lauknya

“Di sekolah kami ada program salat duha bersama. Jadi setelah salat itulah digunakan anak-anak cari infak untuk bangun musala. Tidak ada rencana, hanya spontanitas. Sudah dua bulan,” ujarnya dilansir Bacakoran.co dari MetroTvNews pada Selasa, 29 Juli 2025.

Amir menambahkan bahwa dana pembangunan mushola tidak tersedia dalam anggaran resmi, sehingga pihak sekolah mendorong bentuk gotong-royong untuk memenuhi kebutuhan sarana ibadah tersebut. 

Kategori :