BACAKORAN.CO - Pada persidangan kasus dugaan korupsi impor gula, Hotman Paris Sebut Tom Lembong harus hadir dalam persidangan tersebut.
Hotman Paris Hutapea ungkapkan ini selaku Kuasa hukum Dirut PT Angels Product, Tony Wijaya.
Dalam persidangan tersebut diketahui Tony Wijaya dan delapan pihak perusahaan gula menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi impor gula tersebut.
Hotman menyebutkan Tom Lembong sebelum mendapatkan abolisi dari Presiden Prabowo Subianto, telah dinyatakan bersalah.
BACA JUGA:Tom Lembong Laporkan Tiga Hakim ke MA dan KY Usai Dapat Abolisi, Ada Apa?
Ia dinyatakan telah memperkaya para pihak perusahaan gula swasta atas pemberian izin impor.
"Tom Lembong dituduh melakukan perbuatan melawan hukum memperkaya orang lain. Memperkaya sembilan korporasi importir ini. Kalau Tom Lembongnya dikatakan proses hukumnya sudah ditiadakan, jadi bagaimana bisa dibuktikan bahwa dia melakukan perbuatan melawan hukum memperkaya klien kami," kata Hotman saat konferensi pers di Pengadilan Tipikor Jakarta, dikutip Bacakoran.co dari Tirto.id, Selasa (5/8/2025).
"Tapi Tom Lembong pasti bilang 'Proses hukumnya sudah selesai, sudah ditiadakan, saya ga ada urusan lagi, case closed'. Jadi ga akan bisa terbukti kira-kira intinya begitu," tuturnya.
Ia juga meyakini bahwa JPU tidak bisa membuktikan bahwa Tony dan terdakwa lain telah diperkaya di kasus ini tanpa hadirnya Tom Lembong di persidangan tersebut.
BACA JUGA:Setelah dapat Abolisi, Tom Lembong Resmi Laporkan Hakim yang Vonis Dirinya 4,5 Tahun ke KY dan MA!
"Apalagi ini kan abolisi. Abolisi itu prosesnya dianggap tidak pernah ada," pungkasnya.
Sebelumnya kabar Prabowo beri abolisi untuk Tom Lembong dan amnesti kepada Hasto jelang HUT RI, yuk langsung cek beberapa fakta pentingnya.
Presiden Prabowo Subianto resmi memberikan abolisi kepada Tom Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto, yang telah mendapatkan persetujuan dari DPR RI.
Prosesnya dilakukan secara legal melalui rapat konsultasi antara Kementerian Hukum dan DPR.
Kebijakan ini bukan hanya simbol politik, tapi juga strategi dalam membangun rekonsiliasi nasional menjelang perayaan 17 Agustus.