Sementara itu, President University mengklaim keputusannya selaras dengan tren global, di mana gim interaktif menjadi bagian dari metode pembelajaran berbasis gamification.
Mereka menilai, daripada menghindari teknologi, lebih baik menggunakannya dengan bijak untuk kepentingan pendidikan.
Pemerintah kini berada di persimpangan sulit: menegakkan perlindungan anak dengan cara membatasi akses, atau merumuskan regulasi dan pengawasan ketat agar Roblox bisa dimanfaatkan secara positif.
Sampai keputusan final diambil, polemik ini diperkirakan akan terus memanas di publik.
Satu hal yang jelas, perdebatan ini bukan sekadar tentang gim, melainkan soal bagaimana Indonesia memandang teknologi di tengah ancaman sekaligus peluang yang dibawanya.