Pihak keluarga korban telah mendatangi Mako Polda NTT untuk memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur.
Melalui dialog dan pendekatan persuasif, keluarga menyatakan kepercayaan mereka terhadap proses hukum yang dilakukan Polda NTT dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada institusi kepolisian.
Propam Polda NTT kemudian mengeluarkan surat perintah penempatan khusus bagi Bripda Torino sebagai langkah awal penegakan disiplin.
Kombes Henry menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bagi institusi Polri dalam membina perilaku personel.
“Penanganan perkara ini menjadi komitmen Polda NTT untuk menegakkan prinsip asah, asih, dan asuh dalam pembinaan. Kekerasan tidak boleh terjadi di lingkungan kepolisian, dan kami berharap insiden seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Meski korban tidak mengalami luka fisik serius, tindakan kekerasan yang terekam jelas dalam video telah menimbulkan keprihatinan publik.
Polda NTT menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap pelanggaran disiplin dan memastikan lingkungan pendidikan kepolisian bebas dari praktik kekerasan.