Sadis! Delapan Bulan Hilang, Kasus Pembunuhan Alvaro Mulai Terbongkar: Ayah Tiri Jadi Tersangka

Senin 24 Nov 2025 - 13:20 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACAKORAN.CO - Kasus pembunuhan Alvaro akhirnya memasuki babak baru setelah kepolisian menangkap pelaku yang ternyata diduga adalah ayah tirinya.

Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly.

"Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro," kata Nicolas kepada wartawan, dikutip dari pernyataan di Jakarta, Senin 24/11.

Polisi kemudian melakukan penelusuran hingga menemukan kerangka yang diduga merupakan jasad bocah 6 tahun tersebut. 

BACA JUGA:Ribuan Data Penerima Bansos di Kabupaten Ini Terancam Dihapus, Terindikasi Judol dan Peningkatan Kesejahteraan

Dalam penjelasannya, Nicolas mengatakan proses pengecekan DNA Alvaro sedang berlangsung untuk memastikan identitas kerangka.

"Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro," ujar Nicolas, dikutip dari Antara.

Identifikasi Kerangka Lewat Proses DNA

Tes DNA menjadi langkah utama dalam penyelidikan pembunuhan Alvaro, mengingat kondisi jasad yang telah berubah menjadi kerangka. 

BACA JUGA:Heboh! Pria Ngaku Anak Propam dan Bawa Mobil Barang Bukti, Dibantah Tegas oleh Polda Metro

Pemeriksaan laboratorium ini diperlukan agar pihak berwenang dapat mencocokkan materi genetik korban.

Proses pengecekan DNA Alvaro dilakukan di laboratorium forensik dengan prosedur standar, termasuk analisis deoxyribonucleic acid untuk memastikan kecocokan identitas.

Nicolas menjelaskan bahwa identifikasi tidak bisa dilakukan sembarangan, sehingga proses ini sangat penting dalam mengungkap kebenaran pembunuhan Alvaro yang sudah berlangsung sejak Maret 2025.

Kronologi Hilangnya Alvaro Selama Delapan Bulan

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dikutip dari keterangan Polsek Pesanggrahan, Alvaro dilaporkan hilang sejak Kamis, 6 Maret 2025. 

BACA JUGA:Hotman Paris Kini Tak Lagi Dampingi Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Laptop Chromebook, Ini Alasannya!

Selama delapan bulan investigasi, polisi mengalami sejumlah kendala teknis, termasuk rekaman CCTV yang otomatis terhapus setiap hari.

Kategori :