Banyak dari mereka diduga terjebak karena eskalasi asap yang sangat cepat.
“Peristiwa kebakaran di Terra Drone ini, saat ini sudah pukul 17.00 terakhir data korban sudah 22, di mana tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (9/12/25).
Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan proses identifikasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Bayu Megantara, mengonfirmasi bahwa semua korban merupakan karyawan Terra Drone.
“Betul seluruhnya adalah karyawan Terra Drone,” ucapnya.
BACA JUGA:Sindiran Anggota DPR Endipat Wijaya soal Donasi Rp10 Miliar Tuai Kritik Netizen
BACA JUGA:Warga Krisis Air Bersih! 19 Desa di Tapteng Masih Terisolasi Pasca Banjir Bandang
Bayu menambahkan bahwa terdapat 19 orang yang berhasil selamat dari insiden tersebut.
Laporan mengenai kebakaran diterima pada pukul 12.43 WIB, dan tujuh menit setelahnya petugas sudah mengerahkan operasi pemadaman di lokasi.
Sebanyak 29 unit mobil damkar dan 101 personel dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan api yang dengan cepat membesar.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran bermula dari sebuah baterai yang terbakar di lantai 1 gedung, yang saat itu digunakan sebagai area gudang.
Baterai tersebut sempat dipadamkan karyawan sebelum akhirnya kembali menyala dan menyebarkan api ke material yang mudah terbakar.
BACA JUGA:Kejagung Ungkap Kasus Korupsi Chromebook Bertambah Jadi Rp 2,1 Triliun, Tersangka Segera Didakwa!
Dalam waktu singkat, asap pekat naik hingga lantai enam, menyebabkan sejumlah karyawan tidak sempat menyelamatkan diri.
“Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, kemudian asap itu sampai naik ke lantai enam,” jelas Susatyo.