Bikin Geram! Mobil Bantuan Bencana Aceh Dihentikan Oknum di Terminal Palembang

Jumat 09 Jan 2026 - 20:33 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Sebuah video yang beredar luas di berbagai platform media sosial telah memicu perhatian publik karena memperlihatkan dugaan praktik pungutan liar terhadap sebuah mobil bantuan bencana.

Mobil tersebut diketahui membawa rombongan relawan asal Banten yang sedang dalam perjalanan menuju Aceh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Rekaman yang viral itu menimbulkan keprihatinan mendalam, sebab kendaraan yang seharusnya difasilitasi untuk misi sosial justru mengalami hambatan di tengah jalan akibat ulah oknum yang diduga melakukan pemalakan.

Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @storyrakyat_ pada Kamis, 8 Januari 2026.

BACA JUGA:KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Stafsusnya sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji

BACA JUGA:KPK Terima Rp100 Miliar dari Biro Travel, Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Terus Bergulir

Dalam rekaman itu terlihat seorang pria mengenakan rompi berlogo Dishub serta pakaian berwarna oranye dengan tulisan “rescue” di bagian belakang.

Pria tersebut tampak menghentikan kendaraan minibus Elf yang digunakan oleh para relawan.

Kejadian ini terjadi di depan Terminal Karya Jaya, Kecamatan Kertapati, Palembang, dan langsung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warganet mengenai siapa sebenarnya sosok yang berani melakukan tindakan tersebut.

Rombongan relawan yang menjadi korban pungli diketahui berangkat dari Kota Serang, Banten, pada 6 Januari 2026.

BACA JUGA:Viral, Babinsa Kodim 0403/OKU Selamatkan 3 Penumpang Mobil yang Terseret Banjir

BACA JUGA:Kasus Kematian Diplomat Muda Kemlu Arya Daru Resmi Dihentikan, Polisi Tak Temukan Unsur Pidana

Mereka membawa misi kemanusiaan yang sangat penting, yakni membantu masyarakat Aceh Tamiang yang sedang berjuang bangkit dari bencana.

Program yang mereka bawa mencakup kegiatan bersih-bersih masjid dan musala, aktivitas trauma healing untuk anak-anak penyintas bencana, serta penyaluran 1.250 mushaf Al-Qur’an dan kitab Iqro.

Semua kegiatan itu dirancang untuk memberikan dukungan moral, spiritual, dan psikologis kepada masyarakat yang terdampak, sehingga perjalanan mereka memiliki nilai sosial yang sangat besar.

Kategori :