Tanggul Kali Angke Jebol! Ratusan Rumah di Tangerang Tenggelam, Warga Panik Mengungsi

Jumat 23 Jan 2026 - 19:07 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Peristiwa jebolnya tanggul Kali Angke yang terjadi di kawasan Perumahan Pinang Griya, Kelurahan Pinang, Kota Tangerang, Banten, pada Jumat, 23 Januari 2026, menjadi salah satu musibah yang cukup menyita perhatian masyarakat.

Kejadian tersebut berlangsung pada pagi hari sekitar pukul 06.15 WIB dan langsung menimbulkan dampak besar bagi warga sekitar.

Ratusan rumah di wilayah tersebut terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari 30 hingga 100 sentimeter.

Genangan air tidak hanya merendam rumah-rumah warga, tetapi juga menutup akses jalan lingkungan sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.  

BACA JUGA:Diperiksa KPK soal Kunjungan Kerja Jokowi ke Arab Saudi, Dito Ariotedjo Tegaskan Tak Ada Pembahasan Kuota Haji

BACA JUGA:Setelah Persidangan, Ammar Zoni Akan Dikembalikan ke Nusakambangan dalam Kasus Pengedaran Narkoba, Kenapa?

Menurut keterangan warga setempat, Ahmad Rizqon, jebolnya tanggul terjadi tepat di belakang salah satu rumah yang selama ini berfungsi sebagai penahan aliran air Kali Angke.

Rizqon menuturkan bahwa saat tanggul jebol, warga langsung panik karena air masuk dengan cepat ke permukiman.

“Jadi ada satu rumah yang temboknya itu jadi tanggul Kali Angke jebol. Jebolnya tadi sekitar pukul 06.15 WIB,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat warga bergegas menyelamatkan diri dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.  

BACA JUGA:Tak Habis Fikir, KPK Ungkap Anak Buah Bupati Pati Sudewo Terang-terangan Terkait Tarif Jabatan Perangkat Desa!

BACA JUGA:Diduga Korosi, Pipa Gas Mentah Milik Pertamina di Desa Gunung Raja Bocor

Rizqon sendiri mengaku sudah mengungsi ke rumah keluarganya karena air di sekitar rumahnya terus naik.

“Tinggi air di wilayah saya itu perkiraan sudah di 60 sentimeter dan terus naik,” ujarnya.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar karena banjir tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak dan lansia.  

Kategori :