Kondisi banjir disebut-sebut semakin memburuk seiring dengan jebolnya tanggul di sisi belakang permukiman.
BACA JUGA:Diduga Tak Diizinkan Menikah, Wanita Muda di PALI Nekad Panjat Tower Telekomunikasi
BACA JUGA:Pencuri yang Bikin Resah Warga Jalan Arimbi Prabumulih Tertangkap
Air yang terus mengalir dari Kali Angke membuat genangan semakin meluas dan sulit dikendalikan.
Beberapa warga bahkan harus meninggalkan barang-barang berharga mereka karena tidak sempat menyelamatkan diri.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerjunkan petugas ke lokasi untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat.
Ia menjelaskan bahwa BPBD tidak hanya fokus di wilayah Pinang, tetapi juga telah menyiapkan personel di sejumlah titik lain yang rawan banjir.
BACA JUGA:Dito Ariotedjo Terseret Dugaan Korupsi Kuota Haji, KPK Jadwalkan Pemeriksaan!
“Kami sudah sebar personel dan sarana prasarana di tiga titik utama yaitu Kecamatan Periuk, Angke, dan Karang Tengah,” kata Mahdiar.
Upaya BPBD ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak sekaligus mengantisipasi kemungkinan meluasnya banjir ke wilayah lain.
Meski demikian, warga tetap diminta untuk waspada dan segera mengungsi apabila kondisi air semakin tinggi.
Peristiwa jebolnya tanggul Kali Angke ini menjadi pengingat betapa pentingnya perawatan infrastruktur penahan banjir serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam.