Hingga kini, warga bersama aparat kelurahan, BPBD, serta relawan masih terus melakukan pemantauan kondisi banjir dan membantu proses evakuasi serta pendistribusian bantuan logistik.
BACA JUGA:Kali Ulu Meluap! Cikarang Utara Terendam Banjir Lebih 1 Meter, Ratusan Rumah Kebanjiran
Salah seorang warga terdampak, Heri Susanto, mengungkapkan bahwa lamanya banjir surut disebabkan oleh tingginya debit air di Danau Situbulkan yang berada di sekitar kawasan perumahan.
“Sulitnya banjir surut ini disebabkan oleh tingginya debit air di Danau Situbulkan di sekitar perumahan,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat air menggenang lebih lama karena aliran keluar tidak mampu menampung volume air yang besar.
Selain faktor debit air danau, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir juga memperparah situasi.
BACA JUGA:Jakarta Dikepung Banjir Lagi! 16 RT dan 10 Ruas Jalan Terendam, Ketinggian Air Mencapai 60 Cm
BACA JUGA:Pantura Kudus Kembali Dilalui! Banjir Berangsur Surut, Arus Kendaraan Mulai Lancar
Warga berharap adanya solusi jangka panjang dari pemerintah daerah, seperti normalisasi danau, perbaikan sistem drainase, serta pembangunan tanggul untuk mencegah banjir serupa terulang kembali.
Di lokasi pengungsian, kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, selimut, dan perlengkapan bayi masih sangat dibutuhkan.
Warga berharap bantuan terus mengalir hingga banjir benar-benar surut dan mereka dapat kembali ke rumah masing-masing dengan aman.
Hingga saat ini, kondisi banjir Periuk Damai masih dalam pemantauan intensif.
BACA JUGA:Banjir Jakarta Picu Teror Ular Sanca 2,5 Meter Masuk Area Kafe di Sunter Agung, Ini Kronologinya!
BACA JUGA:Banjir Surut, Jalan Gunung Sahari Jakpus Kembali Normal! TransJakarta Kembali Melayani
Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas, mengingat cuaca yang masih berpotensi hujan.