Bezalel Smotrich Picu Kontroversi dengan Usulan Migrasi Warga Palestina

Rabu 18 Feb 2026 - 17:46 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORAN.CO - Ketegangan politik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait masa depan warga Palestina di wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Politikus sayap kanan tersebut menyatakan dirinya akan mendorong kebijakan yang bertujuan memfasilitasi migrasi warga Palestina dari wilayah tersebut, sebuah gagasan yang memicu kecaman internasional dan kekhawatiran akan eskalasi konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan Smotrich dalam sebuah acara politik yang digelar oleh partainya, Partai Zionisme Religius, pada pertengahan Februari 2026.

Dalam pidatonya, Smotrich menegaskan bahwa pemerintah Israel perlu mengambil langkah tegas untuk memperkuat kedaulatan negara dan mengubah arah kebijakan terkait wilayah yang disengketakan.

BACA JUGA:Satres Narkoba Polres Prabumulih Tangkap Pemuda Dengan Barang Bukti Nol Koma 30 Gram SS

Dalam pidatonya, Smotrich secara terbuka menyatakan keinginannya untuk “mendorong migrasi” warga Palestina dari wilayah Gaza serta wilayah yang dikenal Israel sebagai Yudea dan Samaria, istilah yang digunakan untuk menyebut Tepi Barat.

Ia juga menegaskan bahwa menurut pandangannya, tidak ada solusi jangka panjang lain untuk menjamin keamanan dan stabilitas Israel selain langkah tersebut.

Pernyataan ini langsung memicu kontroversi, baik di dalam negeri Israel maupun di tingkat internasional.

Banyak pengamat dan pihak internasional menilai gagasan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional dan memperburuk ketegangan yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.

BACA JUGA:Insiden Mencekam di Tol Cipali: Truk Tangki Bermuatan Tiner Terbakar, Ribuan Kendaraan Terjebak Macet

Smotrich dikenal sebagai salah satu tokoh kunci dalam pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Ia memimpin Partai Zionisme Religius, yang merupakan bagian dari koalisi pemerintahan dan dikenal memiliki pandangan nasionalis serta kebijakan keras terkait wilayah Palestina.

Partainya memainkan peran penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah, terutama terkait isu permukiman dan status wilayah Tepi Barat.

Dukungan dari kelompok sayap kanan menjadi faktor utama dalam mempertahankan stabilitas koalisi pemerintahan saat ini.

BACA JUGA:Bea Cukai dan Polri Bongkar Laboratorium Sabu di Sunter, Lebih dari 13 Kg Narkotika Disita

Kategori :