TANGERANG, BACAKORAN.CO - Operasional Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta dihentikan sementara menyusul kecelakaan yang terjadi di perlintasan sebidang JPL 21 lintas Rawa Buaya–Batuceper, kawasan Poris, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Jumat (20/2/2026) pagi.
Insiden ini berdampak pada layanan Commuter Line Basoetta serta memicu penyesuaian pola operasi perjalanan kereta di lintas Tangerang.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.05 WIB, waktu sibuk mobilitas penumpang menuju bandara.
Benturan di perlintasan sebidang mengakibatkan rangkaian Commuter Line Basoetta keluar dari rel sehingga jalur tidak dapat dilalui sementara.
Aparat dan petugas perkeretaapian segera mengamankan lokasi, menutup lintasan terdampak, serta memulai proses evakuasi dan penanganan prasarana.
BACA JUGA:Sahur Berubah Jadi Mencekam! Banjir 70 Cm Genangi Permukiman Kebon Pala Jatinegara
BACA JUGA:32 Sound Horeg Bikin Warga Mojokerto Resah, Acara Karnaval Molor Hingga Subuh
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Anne Purba menegaskan penghentian layanan dilakukan demi keselamatan.
“Operasional Commuter Line Bandara untuk sementara ditutup hingga proses penanganan prasarana dinyatakan aman dilalui. KAI memfokuskan seluruh sumber daya pada percepatan pemulihan jalur agar layanan dapat kembali berjalan secara bertahap,” kata Anne kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).
Anne memastikan seluruh penumpang telah ditangani sesuai prosedur keselamatan.
“Keselamatan menjadi prioritas utama. Seluruh pelanggan telah dievakuasi dengan aman dan tidak terdapat korban dalam kejadian ini,” ujarnya.
BACA JUGA:Wanita Penjaga Agen BRILink di Luwu Tewas Dibunuh Rampok, Pelaku Gasak dan Bawa Kabur Brankas
BACA JUGA:Usai Dituntut 18 Tahun Penjara, Kerry Riza Sampaikan Pembelaan Dipersidangan, Bagaimana?
Sejalan dengan itu, operator melakukan penyesuaian layanan guna menjaga keselamatan dan kelancaran penanganan. VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan adanya rekayasa pola operasi dan pembatalan perjalanan pada sejumlah layanan.
“Atas kejadian tersebut kami melakukan rekayasa pola operasi dan pembatalan perjalanan Commuter Line. Kami mohon maaf atas kendala dan ketidaknyamanan yang timbul,” kata Karina dalam keterangan tertulis.