MALUKU, BACAKORAN.CO – Kasus kematian Arianto Tawakal pelajar berusia 14 tahun di Kota Tual kini memasuki fase krusial, Setelah seorang oknum anggota Brimob berinisial MS resmi ditahan setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan helm hingga menyebabkan korban terjatuh dan meninggal dunia.
Peristiwa yang awalnya diduga sebagai kecelakaan lalu lintas ini berubah menjadi perkara pidana serius setelah keterangan saksi dan keluarga korban mengarah pada dugaan tindak kekerasan oleh aparat bersenjata.
Kasus ini bukan hanya menyita perhatian warga lokal, tetapi juga publik luas karena menyangkut integritas aparat penegak hukum serta keselamatan warga sipil, khususnya anak di bawah umur.
Berikut adalah 4 fakta Kasus Kasus kematian Arianto Tawakal:
1. Anggota Brimob MS Ditahan, Proses Hukum Berjalan Ganda
Terduga pelaku diketahui merupakan personel Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob.
Saat ini, Bripda MS ditahan di Rumah Tahanan dan menjalani dua proses sekaligus, yakni pidana umum serta pemeriksaan pelanggaran kode etik profesi.
Pihak Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan anggota.
Jika terbukti bersalah, sanksi yang menanti tidak hanya hukuman penjara, tetapi juga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Untuk memastikan objektivitas, unsur pengawas internal seperti Irwasda dan Bidpropam turut dilibatkan guna menelusuri setiap detail kejadian.
BACA JUGA:Freeport Dikuasai RI! Saham Indonesia Naik Jadi 63%, Kontrak Tambang Meledak Hingga 2061
2. Dugaan Pemukulan dengan Helm di Jalan Turunan
Insiden terjadi pada Kamis pagi, 19 Februari 2026, di kawasan jalan turunan dekat RSUD Maren dan kampus Uningrat, Kota Tual.
Saat itu, Arianto Tawakal berboncengan dengan kakaknya, Nasri Karim, usai melaksanakan salat subuh.
Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, seorang anggota Brimob menghentikan mereka lalu diduga langsung memukul Arianto menggunakan helm.
Akibat pukulan tersebut, korban kehilangan keseimbangan, motor oleng, dan keduanya terjatuh.