Anak Obesitas Tak Perlu Stop Susu, Ini Penjelasan Dokter Anak yang Sering Disalahpahami Orang Tua

Selasa 09 Jun 2026 - 08:00 WIB
Reporter : Wira
Editor : Daren

BACA JUGA:Roti Tawar Terbaik untuk Sarapan Sehat: Lembut, Mengenyangkan, dan Cocok untuk Semua Usia

Meski konsep tersebut kini telah berganti menjadi pedoman gizi seimbang, peran susu tetap relevan. 

Susu merupakan bagian dari kelompok protein yang mengandung berbagai zat gizi penting untuk mendukung pertumbuhan.

Nutrisi dalam susu tidak hanya berupa protein, tetapi juga mencakup kalsium, vitamin D, fosfor, serta berbagai mikronutrien lain yang mendukung perkembangan tulang, otot, dan fungsi tubuh secara keseluruhan.

Karena itu, menghentikan susu tanpa pertimbangan medis dapat membuat kebutuhan nutrisi anak menjadi kurang optimal.

Mengapa Susu Tetap Dibutuhkan Anak yang Mengalami Obesitas?

Banyak orang mengira seluruh jenis susu otomatis menyebabkan kenaikan berat badan.

Faktanya, kebutuhan nutrisi anak obesitas tetap harus terpenuhi meskipun sedang menjalani pengaturan pola makan.

BACA JUGA:Sarden Bukan Makanan Darurat, Ini 5 Alasan Kenapa Ikan Murah Meriah Ini Layak Jadi Menu Andalan

Susu dapat menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang membantu pertumbuhan jaringan tubuh. 

Protein juga memiliki peran dalam memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan tinggi gula sederhana.

Selain itu, susu relatif mudah dikonsumsi dan praktis diberikan kepada anak, terutama pada usia sekolah yang memiliki aktivitas cukup padat.

Yang perlu diperhatikan bukan sekadar menghentikan susu, melainkan memilih jenis susu yang sesuai dengan kebutuhan dan usia anak, serta mengatur porsi konsumsi secara tepat.

Protein Susu Dinilai Lebih Lengkap dan Mudah Diserap

Menurut Prof. Rini, sumber protein memang bisa diperoleh dari berbagai makanan seperti ayam, daging sapi, telur, dan ikan.

BACA JUGA:7 Rempah Penurun Kolesterol Alami yang Sering Ada di Dapur, Nomor 6 Bikin Takjub

Kategori :