Anak Obesitas Tak Perlu Stop Susu, Ini Penjelasan Dokter Anak yang Sering Disalahpahami Orang Tua

Selasa 09 Jun 2026 - 08:00 WIB
Reporter : Wira
Editor : Daren

Karena itu, penanganan obesitas perlu dilakukan secara menyeluruh melalui perbaikan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, tidur yang cukup, serta pemantauan pertumbuhan secara berkala.

BACA JUGA:Cuaca Panas Bukan Sekadar Bikin Haus, Kenali Tanda dan 3 Prinsip Melindungi dari Ancaman Gagal Ginjal Akut

Orang Tua Perlu Fokus pada Pola Makan Seimbang

Alih-alih langsung menghilangkan susu dari menu harian, pendekatan yang lebih tepat adalah membangun pola makan seimbang.

Porsi sayur dan buah perlu ditingkatkan, konsumsi makanan tinggi gula dikurangi, sementara kebutuhan protein tetap dijaga.

Aktivitas fisik minimal satu jam setiap hari juga sangat dianjurkan untuk membantu menjaga keseimbangan energi.

Dengan pendekatan tersebut, berat badan anak dapat dikendalikan tanpa mengorbankan kebutuhan nutrisi penting selama masa pertumbuhan.

Pesan penting dari para ahli adalah bahwa anak obesitas tak perlu stop susu secara otomatis

Susu bukan penyebab utama obesitas dan tetap memiliki peran penting sebagai sumber protein serta berbagai nutrisi pendukung tumbuh kembang.

Fokus utama sebaiknya diarahkan pada pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan kesehatan anak secara menyeluruh.

Dengan langkah yang tepat, berat badan dapat dikontrol tanpa mengurangi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh optimal.

Kategori :