BACAKORAN.CO - Saat menghadapi anak obesitas tak perlu stop susu, banyak orang tua masih menganggap susu sebagai penyebab utama kenaikan berat badan.
Akibatnya, konsumsi susu langsung dihentikan demi menurunkan berat badan anak.
Padahal, pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Para ahli kesehatan anak menegaskan bahwa obesitas pada anak merupakan kondisi yang kompleks dan tidak bisa hanya menyalahkan satu jenis makanan atau minuman, termasuk susu.
Pandangan tersebut disampaikan Guru Besar sekaligus dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Rini Sekartini.
Menurutnya, masih banyak keluarga yang keliru memahami hubungan antara susu dan obesitas pada anak.
Susu Sering Jadi Tersangka Utama, Padahal Belum Tentu Bersalah
Ketika berat badan anak meningkat di atas batas normal, langkah pertama yang sering dilakukan adalah mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi susu.
Padahal, kebiasaan tersebut belum tentu menjadi solusi terbaik.
Menurut Prof. Rini, penyebab obesitas anak umumnya berasal dari kombinasi berbagai faktor.
Mulai dari pola makan berlebih, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, kurang aktivitas fisik, hingga kebiasaan menggunakan gawai yang membuat anak lebih banyak duduk.
Dalam kondisi seperti ini, menghentikan susu justru berpotensi membuat anak kehilangan salah satu sumber nutrisi penting yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.
Peran Susu dalam Tumbuh Kembang Anak Masih Sangat Penting
Selama bertahun-tahun masyarakat Indonesia mengenal konsep "4 Sehat 5 Sempurna", di mana susu menjadi pelengkap untuk menyempurnakan asupan gizi harian.