Dolar AS Diprediksi Tetap Mendominasi Pasar Valas Global pada Semester II 2026

Senin 29 Jun 2026 - 10:34 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Prediksi tersebut muncul karena konflik geopolitik yang berkepanjangan dinilai masih berpotensi mengganggu pasokan minyak dan gas dunia.

Jika harga energi kembali meningkat, tekanan inflasi di Australia juga berpotensi bertahan lebih lama sehingga mendorong RBA mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

BACA JUGA:Dolar AS Tertekan, Harga Emas Melemah! Kesepakatan Damai Iran dan Pembukaan Selat Hormuz Jadi Penentu Arah

UBS: Dolar AS Masih Menjadi Raja Pasar Valas

Dalam proyeksi terbarunya, UBS menilai dolar AS akan tetap menjadi mata uang dengan performa terbaik sepanjang semester kedua 2026.

Beberapa faktor yang mendukung pandangan tersebut antara lain:

UBS juga memperkirakan:

Proyeksi tersebut mencerminkan masih kuatnya daya tarik dolar dibandingkan mata uang utama lainnya.

BACA JUGA:Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS! Harapan Damai AS-Iran Guncang Pasar Global

Harga Minyak dan Emas Masih Menjadi Sorotan Investor

Data pasar menunjukkan harga minyak mentah (Crude Oil) berada di sekitar US$69,90 per barel.

Sementara itu, harga emas (XAU) tercatat di kisaran 4.053,55, menunjukkan bahwa logam mulia masih menjadi salah satu instrumen yang diminati sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Meskipun ketegangan AS-Iran mulai mereda, investor tetap mempertahankan sebagian portofolio pada aset safe haven sebagai langkah antisipasi apabila negosiasi damai tidak berjalan sesuai harapan.

Pergerakan Nilai Tukar Mata Uang

Berdasarkan kurs perbankan terbaru, dolar AS diperdagangkan pada kisaran:

Sementara beberapa mata uang utama lainnya tercatat sebagai berikut:

Mata Uang Bank        Buy Bank Sell

EUR           Rp20.283 Rp20.439

GBP           Rp23.510 Rp23.690

Kategori :