Lampu yang menyala terlalu lama dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi alga untuk berkembang.
Sebagai titik awal, durasi pencahayaan sekitar 6–8 jam per hari dapat dipertimbangkan, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi aquarium.
Bukan hanya durasi, intensitas cahaya juga penting.
Cahaya yang terlalu kuat sementara pasokan CO₂ dan nutrisi tidak seimbang dapat membuat tanaman kesulitan bersaing dengan alga.
2. Jangan Berlebihan Memberikan Pakan Ikan
Sisa makanan yang tidak dimakan ikan dapat terurai menjadi bahan organik dan ikut memengaruhi kondisi aquarium.
Karena itu, berikan pakan secukupnya dan pastikan tidak banyak makanan yang tertinggal di dasar aquarium.
Pengurangan sisa organik juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih stabil bagi tanaman dan clean-up crew.
3. Lakukan Pergantian Air Secara Rutin
Pergantian air merupakan bagian penting dalam perawatan aquascape.
Penghobi dapat melakukan pergantian air secara rutin, misalnya sekitar 20–30 persen per minggu, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi aquarium.
Konsistensi lebih penting daripada melakukan pergantian air dalam jumlah besar hanya ketika masalah sudah muncul.
4. Pastikan Filtrasi dan Sirkulasi Berjalan Baik
Air yang bersirkulasi dengan baik membantu distribusi nutrisi dan CO₂ sekaligus mencegah area tertentu menjadi terlalu stagnan.
Periksa apakah terdapat bagian aquarium yang memiliki aliran air sangat lemah atau justru terlalu kuat.
Filtrasi yang sesuai juga membantu mengelola material organik yang terdapat di dalam aquarium.
5. Jaga CO₂ dan Nutrisi Tetap Stabil
Pada aquascape yang menggunakan CO₂ dan pupuk, kestabilan menjadi faktor penting.
Perubahan pasokan yang terlalu drastis dapat membuat pertumbuhan tanaman tidak optimal. Ketika tanaman tidak tumbuh dengan baik, alga dapat lebih mudah mengambil kesempatan.
Karena itu, jangan hanya mengejar dosis tinggi. Lebih baik menjaga sistem tetap stabil dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tanaman.