Ia menilai narkotika dan judi online sama-sama menjadi ancaman moral dan ekonomi yang dapat melemahkan fondasi bangsa jika tidak ditangani bersama.
Selain menyoroti persoalan kejahatan global, Prabowo turut menyinggung sistem ekonomi yang dinilainya tidak sehat.
Ia menyebut pemerintah tengah berjuang melawan ekonomi yang dikuasai oleh segelintir pihak yang rakus dan tidak adil, yang menyebabkan ketimpangan sosial semakin melebar.
Menurutnya, pemerataan kesejahteraan menjadi fondasi penting untuk menciptakan stabilitas nasional.
BACA JUGA:Kerjanya di Pengadilan Agama, Hobinya Nyabu dan Judi Online, 'Habis Modal' Motor Kawan Digadaikan
BACA JUGA:PARAH! PPATK Temukan 571 Ribu Penerima Bansos Ternyata Pemain Judi Online, Kok Bisa?
Di hadapan para pemimpin APEC, Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan teknologi dan pendidikan di kawasan Asia Pasifik.
Ia menyebut penguasaan teknologi menjadi kunci bagi kemajuan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas digital masyarakat agar mampu beradaptasi dengan transformasi global, termasuk dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan pertanian presisi.
Prabowo menjelaskan bahwa strategi pembangunan Indonesia diarahkan untuk memperkuat sektor pendidikan, usaha kecil, dan sistem kesehatan nasional agar mampu menghadapi perubahan demografi dan dinamika global.
Melalui kerja sama internasional dan pemanfaatan teknologi tinggi, Indonesia diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus mengatasi masalah kemiskinan dan ketimpangan.
Kerugian besar akibat judi online yang mencapai Rp128 triliun per tahun menjadi sinyal bahaya serius bagi perekonomian nasional.
Pemerintah menilai praktik ini bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat merusak moral masyarakat, menjerumuskan generasi muda, dan memperlemah stabilitas sosial.
Otoritas keuangan Indonesia bahkan mencatat adanya indikasi aliran dana ke luar negeri melalui platform ilegal yang sulit diawasi secara konvensional.