Pemerintah Singgung PUBG Usai Ledakan SMAN 72 Jakarta, Siap Kaji Pembatasan Game Online

Senin 10 Nov 2025 - 17:20 WIB
Reporter : Yudha IP
Editor : Yudha IP

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengonfirmasi bahwa pelaku ledakan di SMAN 72 merupakan salah satu siswa sekolah tersebut.

Polisi menemukan tujuh bahan peledak, empat di antaranya meledak di dua lokasi berbeda.

“Saat ini masih satu pelaku yang kami dapati. Namun penyelidikan terus dilakukan untuk melihat apakah ada pihak lain yang terlibat,” kata Listyo.

Efek Psikologis Game Kekerasan

BACA JUGA:Heboh! KPAI Desak Pemerintah Blokir Roblox, Kampus Malah Bikin Mata Kuliah Roblox

BACA JUGA:TikTok Resmi Diblokir di Amerika, Apa Dampaknya bagi 170 Juta Pengguna?

Game bergenre first-person shooter (FPS) atau battle royale seperti PUBG dinilai memiliki dampak psikologis signifikan terhadap pemain usia muda.

Dalam game tersebut, pemain harus bertahan hidup dengan cara menembak atau mengalahkan lawan secara langsung.

Bagi sebagian anak, paparan kekerasan dalam game bisa menjadi hiburan, namun bagi lainnya bisa menjadi pembiasaan terhadap tindakan agresif.

Menurut sejumlah psikolog pendidikan, paparan kekerasan digital yang terus-menerus dapat mengikis empati dan sensitivitas anak terhadap kekerasan di dunia nyata.

Dalam jangka panjang, anak-anak bisa menganggap kekerasan sebagai hal yang wajar.

BACA JUGA:Bocah Iseng Bakar Pakaian Kios di Depok Terekam Kamera CCTV Nyaris Hanguskan Pasar, Netizen: KPAI Coba Urus!

BACA JUGA:Miris! Dugaan Guru Lecehkan Belasan Siswi SD di Depok, Dinas Pendidikan: Kami Berkoordinasi dengan KPAI

Presiden Prabowo pun menilai, selain membatasi game online, perlu ada upaya memperkuat pendidikan karakter dan aktivitas sosial anak muda, seperti melalui kegiatan Pramuka atau karang taruna.

“Beliau juga menyampaikan agar karang taruna dan Pramuka harus aktif kembali, supaya kehidupan bermasyarakat kita tumbuh lagi,” ujar Prasetyo, dikutip dari Kompas.com.

Pemerintah Akan Kaji Pembatasan Game Online

Kategori :