Fatal! Niat Viralkan Pelanggan Ngutang, Pagi Sore Malah Tanggung Malu Hingga Warga Malaysia Kompak Boikot

Senin 18 May 2026 - 12:00 WIB
Reporter : Dian
Editor : Tri

BACAKORAN.CO – Jagat media sosial kembali heboh dengan insiden viral turis Malaysia dituduh tak bayar saat makan di restoran Padang ternama, Pagi Sore, cabang Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Kejadian ini bermula ketika rombongan pelancong asal negeri jiran tersebut diviralkan oleh pihak manajemen restoran pada 16 Mei 2026, yang sontak memicu reaksi keras karena tuduhan tersebut terbukti salah setelah pelanggan membeberkan bukti struk pembayaran sah.

Berdasarkan unggahan yang bersumber dari platform X (Twitter) oleh pengguna localrkyt pada tanggal 17 Mei 2026, kasus ini dengan cepat menarik perhatian publik hingga menembus 1 juta tayangan.

Cuitan tersebut membagikan ulang rentetan kronologi dari akun ainmyunus yang menjadi korban langsung dari tuduhan tersebut.

Dalam utasnya yang diunggah 14 jam sebelumnya, ainmyunus menjelaskan bahwa rombongannya yang terdiri dari 6 orang singgah untuk makan di Pagi Sore pada tanggal 13 Mei 2026 sekitar pukul 11 pagi sebelum menaiki kereta cepat Whoosh menuju Bandung.

BACA JUGA:Mendekam di Bui, Ferdy Sambo Tiba-tiba Lulus S2 Jalur Beasiswa! Begini Penjelasan Ditjen Pas

Mereka memesan 9 jenis hidangan dengan total tagihan mencapai Rp907.500.

Namun kejutan tidak menyenangkan terjadi 3 hari kemudian saat mereka hendak keluar dari hotel di Jakarta pada 16 Mei.

Sopir travel menginformasikan bahwa manajemen Pagi Sore telah memviralkan rombongan mereka karena dituduh tidak membayar.

Sontak para turis ini terkejut dan membongkar tas mereka untuk mencari bukti struk makan yang untungnya masih tersimpan rapi.

Mereka pun melampirkan bukti cetak tagihan dan resi dari mesin EDC Bank BRI yang menunjukkan transaksi sukses menggunakan kartu Mastercard.

BACA JUGA:Dolar Meroket Tajam, Respon Lawas Prabowo Jadi Bumerang Usai Klaim Masyarakat Desa Aman

Sebagai wawasan tambahan, kasus yang menimpa restoran Pagi Sore ini menyoroti betapa rentannya reputasi bisnis jika tidak menerapkan kehati-hatian operasional sebelum mengambil tindakan menyebarkan data pelanggan (CCTV) ke ruang publik.

Menyebarkan video pelanggan dengan narasi negatif tanpa memverifikasi data silang pada sistem kasir atau Point of Sale (POS) dapat merusak nilai kepercayaan merek secara instan.

Setelah ramai di media sosial X tembus 1 juta tayang banyak warganet malaysia yang ramai berkomentar hingga seruan boikot menggema:

Kategori :