Ferry Amsari, pakar hukum, menekankan bahwa persoalan utama bukan sekadar kecepatan pengesahan, melainkan transparansi substansi draf terbaru.
Publik perlu memahami isinya agar tidak mudah terprovokasi.
BACA JUGA:Keracunan MBG Sidoarjo, 273 Santri Bikin Twitter Heboh
Debat dengan Rocky Gerung dan Reaksi Emosional
Perdebatan memanas usai acara televisi yang melibatkan Rocky Gerung dan perwakilan AMPB.
Rocky menekankan prinsip kehati-hatian, terutama terkait risiko hukuman mati dan kesalahan peradilan.
“Prinsip kita di Indonesia itu nggak boleh hukuman mati,” ujar Rocky Gerung dalam video yang beredar.
Ia mencontohkan kemungkinan orang tidak bersalah ikut terkena.
Sebaliknya, pihak AMPB menekankan efek jera.
BACA JUGA:KUR BRI Pampangan Diduga Dibobol 'Orang Dalam', Kerugian Tembus Rp1 Miliar
Reaksi di luar forum kemudian menjadi bahan kritik.
Dalam unggahan @indepenSumatera, disebutkan bahwa ketika diajak diskusi substansi, sebagian tidak memahami, lalu marah di luar audiensi.
Bahkan muncul laporan ancaman “bunuh” terhadap Rocky Gerung dari sebagian massa.
“Tidak sependapat dengan mereka saja sudah keluar ancaman mau b*nuh Rocky Gerung, udah gawat ini ormas p*ok,” tulis akun tersebut dalam balasan.
Netizen pun bereaksi beragam.
“Itulah kenapa orang b*doh lebih berbahaya daripada orang jahat,” tulis @masmasaj.
Sementara yang lain mengingatkan pentingnya membaca draf sebelum berteriak.