USD Melemah, Rupiah Tembus Level Terkuat 15 Minggu di 17.600! JPY Menguat Tajam

Jumat 04 Sep 2026 - 13:50 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Rupiah Kian Perkasa, JPY Melonjak, USD Tertekan — Ini Analisis Pasar Valas Terkini

BACAKORAN.CO — Pasar valas dunia dan dalam negeri bergerak dinamis dipicu pernyataan pengambil kebijakan utama. Dolar AS melemah, Yen Jepang melonjak tajam menyentuh level 155-an, sementara Rupiah justru mencatatkan penguatan impresif hingga menyentuh level terkuat dalam 15 minggu terakhir.

Berikut adalah ulasan lengkap pergerakan mata uang utama dunia, faktor pemicunya, serta kurs acuan terbaru:

1. Pergerakan Mata Uang Utama & Faktor Pemicunya

Dolar AS (USD)  Melemah

Dolar AS tercatat melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Penyebab utamanya adalah pernyataan Anggota Dewan Gubernur The Fed, Christopher Waller, yang menyatakan ia mendukung mempertahankan suku bunga tidak berubah selama inflasi terus melambat. Pernyataan ini dipasarartikan pelaku pasar sebagai sinyal kemungkinan penurunan suku bunga di masa depan, sehingga menekan kekuatan Dolar AS.

BACA JUGA:USD Melemah, Rupiah Menguat ke Rp17.870! Cek Kurs Dolar dan Mata Uang Hari Ini

Yen Jepang (JPY)   Menguat Tajam

Yen Jepang melonjak kuat terhadap Dolar AS, sempat menyentuh level 155-an per USD. Penguatan ini terjadi untuk hari kedua berturut-turut, dipicu dua hal: adanya tanda-tanda intervensi pihak otoritas Jepang, serta keyakinan pelaku pasar bahwa Bank Jepang (BOJ) akan menaikkan suku bunga lebih agresif dalam tahun ini.

Rupiah Indonesia   Menguat ke Level Terkuat 15 Minggu

Rupiah ditutup menguat hingga menyentuh level Rp 17.600-an per USD, merupakan posisi terkuat dalam 15 minggu terakhir. Penguatan ini berlangsung sehari setelah Destry Damayanti resmi dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia yang baru, menggantikan Perry Warjiyo. Destry menyampaikan bahwa BI akan terus mencermati era di mana inflasi, suku bunga, dan imbal hasil obligasi negara maju bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

BACA JUGA:Dolar AS Menguat, Yen Jepang Terpuruk di Level Terendah 40 Tahun! Simak Kurs Mata Uang Asing Hari Ini

2. Kurs Valas Terbaru   Bank Terhadap Rupiah (V1)

Mata Uang Kode Harga Beli Bank Harga Jual Bank Dolar AS USD 17.610 17.680 Dolar Singapura SGD 13.878 13.977 Dolar Hongkong HKD 2.243,16 2.257,82 Frank Swiss CHF 21.762 21.928 Yen Jepang JPY 112,77 113,70 Dolar Kanada CAD 12.751 12.841 Yuan Tiongkok CNY 2.611,69 2.642,65 Baht Thailand THB 532,20 540,32 Riyal Arab Saudi SAR 4.683,42 4.714,59 Won Korea Selatan KRW 12,85 13,27 Ringgit Malaysia MYR 4.349,11 4.390,96 Poundsterling Inggris GBP 23.790 23.959 Dolar Australia AUD 12.665 12.763 Dolar Selandia Baru NZD 10.352 10.436 Euro EUR 20.445 20.590

3. Kurs Silang Terhadap Dolar AS (V2)

Mata Uang Kode Harga Beli Harga Jual Dolar Singapura SGD 1,2676 1,2665 Dolar Hongkong HKD 7,8415 7,8394 Frank Swiss CHF 0,8084 0,8073 Yen Jepang JPY 156,01 155,70 Dolar Kanada CAD 1,3796 1,3785 Yuan Tiongkok CNY 6,7351 6,6978 Baht Thailand THB 33,0600 32,7650 Riyal Arab Saudi SAR 3,7558 3,7543 Won Korea Selatan KRW 1.368,20 1.332,96 Ringgit Malaysia MYR 4,0450 4,0315 Poundsterling Inggris GBP 1,3524 1,3535 Dolar Australia AUD 0,7200 0,7211 Dolar Selandia Baru NZD 0,5884 0,5895 Euro EUR 1,1622 1,1633

BACA JUGA:The Fed Pangkas Suku Bunga 50 bps, Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Rontok Dihajar Dolar AS, Jadi Segini!

4. Harga Komoditas Terkini

Minyak Mentah (Crude Oil): 91,80 USD per barel

Emas (XAU): 4.475,52 USD per ons troy

Kesimpulan

Pergerakan pasar valas saat ini didorong oleh ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia. Pernyataan The Fed yang cenderung menahan suku bunga melemahkan USD, sementara sinyal kenaikan suku bunga BOJ mendorong JPY menguat pesat. Di dalam negeri, kepercayaan pasar terhadap kebijakan Gubernur BI yang baru turut mendorong Rupiah mencatatkan penguatan impresif ke level terkuat dalam 15 minggu. Pelaku pasar disarankan tetap mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia karena masih menjadi pemicu utama volatilitas mata uang.

Kategori :