Rupiah Kian Perkasa, JPY Melonjak, USD Tertekan — Ini Analisis Pasar Valas Terkini
BACAKORAN.CO — Pasar valas dunia dan dalam negeri bergerak dinamis dipicu pernyataan pengambil kebijakan utama. Dolar AS melemah, Yen Jepang melonjak tajam menyentuh level 155-an, sementara Rupiah justru mencatatkan penguatan impresif hingga menyentuh level terkuat dalam 15 minggu terakhir.
Berikut adalah ulasan lengkap pergerakan mata uang utama dunia, faktor pemicunya, serta kurs acuan terbaru:
1. Pergerakan Mata Uang Utama & Faktor Pemicunya
Dolar AS (USD) Melemah
Dolar AS tercatat melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Penyebab utamanya adalah pernyataan Anggota Dewan Gubernur The Fed, Christopher Waller, yang menyatakan ia mendukung mempertahankan suku bunga tidak berubah selama inflasi terus melambat. Pernyataan ini dipasarartikan pelaku pasar sebagai sinyal kemungkinan penurunan suku bunga di masa depan, sehingga menekan kekuatan Dolar AS.
BACA JUGA:USD Melemah, Rupiah Menguat ke Rp17.870! Cek Kurs Dolar dan Mata Uang Hari Ini
Yen Jepang (JPY) Menguat Tajam
Yen Jepang melonjak kuat terhadap Dolar AS, sempat menyentuh level 155-an per USD. Penguatan ini terjadi untuk hari kedua berturut-turut, dipicu dua hal: adanya tanda-tanda intervensi pihak otoritas Jepang, serta keyakinan pelaku pasar bahwa Bank Jepang (BOJ) akan menaikkan suku bunga lebih agresif dalam tahun ini.
Rupiah Indonesia Menguat ke Level Terkuat 15 Minggu
Rupiah ditutup menguat hingga menyentuh level Rp 17.600-an per USD, merupakan posisi terkuat dalam 15 minggu terakhir. Penguatan ini berlangsung sehari setelah Destry Damayanti resmi dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia yang baru, menggantikan Perry Warjiyo. Destry menyampaikan bahwa BI akan terus mencermati era di mana inflasi, suku bunga, dan imbal hasil obligasi negara maju bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
2. Kurs Valas Terbaru Bank Terhadap Rupiah (V1)
3. Kurs Silang Terhadap Dolar AS (V2)
BACA JUGA:The Fed Pangkas Suku Bunga 50 bps, Rupiah dan Mata Uang Asia Kompak Rontok Dihajar Dolar AS, Jadi Segini!
4. Harga Komoditas Terkini
Minyak Mentah (Crude Oil): 91,80 USD per barel
Emas (XAU): 4.475,52 USD per ons troy
Kesimpulan
Pergerakan pasar valas saat ini didorong oleh ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia. Pernyataan The Fed yang cenderung menahan suku bunga melemahkan USD, sementara sinyal kenaikan suku bunga BOJ mendorong JPY menguat pesat. Di dalam negeri, kepercayaan pasar terhadap kebijakan Gubernur BI yang baru turut mendorong Rupiah mencatatkan penguatan impresif ke level terkuat dalam 15 minggu. Pelaku pasar disarankan tetap mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia karena masih menjadi pemicu utama volatilitas mata uang.