Fenomena cuaca ekstrem ini diperparah oleh gelombang ekuatorial Rossby, sebagaimana dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sebanyak 214 kepala keluarga atau 659 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini.
BACA JUGA:Tata Niaga Gula Amburadul, Petani Tebu Tercekik! DPR Desak Pemerintah Bangun Skema Baru
Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan status tanggap darurat di Kota Denpasar, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Jembrana guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan.
Sehari sebelum kedatangan Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah lebih dulu meninjau beberapa posko pengungsian.
Dalam kunjungannya, Gibran berdialog dengan para pengungsi dan membagikan mainan kepada anak-anak untuk menghibur mereka.
Ia juga memastikan pemerintah menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga terdampak.
“Tadi sudah disampaikan pak wali untuk urusan kos-kosan tempat tinggal nanti akan disediakan yang baru dan lebih aman,” kata Gibran.
BACA JUGA:MAKI Desak KPK Umumkan Tersangka Kasus Kuota Haji, Minggu Depan Harus Ada Tersangka
Prabowo menegaskan pemerintah pusat akan bekerja cepat dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya pemulihan pasca banjir.
“Pemerintah akan hadir dan memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan bantuan yang layak,” tegasnya dalam pernyataan resmi.
Warga berharap kehadiran presiden membawa solusi nyata, bukan sekadar kunjungan simbolis.
Dengan koordinasi yang baik dan langkah cepat pemerintah, publik kini menantikan efektivitas penanganan pasca bencana agar Bali segera pulih dan siap menghadapi potensi cuaca ekstrem berikutnya.